Proses pembuatan batik

Proses pembuatan Batik Tulis Warna Alami sebenarnya tidak susah, hanya saja memerlukan ketelatenan dan kesabaran. Umumnya untuk menghasilkan warna yang kita inginkan diperlukan waktu yang tidak sebentar. Kita akan menghabiskan waktu berhari-hari bahkan hingga hitungan minggu.

Diantara kayu yang dapat digunakan sebagai pewarna batik adalah kayu pohon Indigo yang menghasilkan warna Biru dan pohon Soga yang menghasilkan warna Coklat. membuat pewarna alami dari kulit pohon tarum yang bisa menghasilkan warna biru. Kulit pohon ini sebelumnya diekstrak.

Kayu soga ini mempunyai tiga macam jenis yaitu kayu Tingi, Tegeran, dan Jambal. Ada juga yang menggunakan daun yang bagus kata orang madura ketapang yang dapat menghasilkan warna kuning dan hitam. Untuk proses awal daun katapang berwarna kekuningan dan untuk warna akhir daun katapang berwarna hitam. Sebenarnya kita dapat mengkombinasikan warna sesuai dengan selera anda sendiri.


Bahan untuk pewarnanya sendiri didapat dengan cara "mengekstrak" bagian-bagian dari tumbuhan penghasil celup, seperti Batang, Kulit kayu, Daun, Akar-akaran, Bunga biji-bijian, Buah-buahan, dan Getah pohon. Pengekstrakan dapat dilakukan baik pada temperatur rendah maupun temperatur tinggi dengan menggunakan air sebagai pelarut.

Pembuatan batik warna alam terbagi tiga jenis yaitu dengan cara direbus, fermentasi (pembusukan), dan direct (langsung). Agar bahan-bahan yang kita gunakan bisa menempel kuat di kain, proses pewarnaan harus dibantu yang sering disebut dengan "fiksasi". Jenis bahan fiksasi ada tiga, yaitu :
1. Kapur : untuk menghasilkan warna yang muda atau terang
2. Tawas : untuk memperoleh warna dasar atau asalnya
3. Tunjung : agar menghasilkan warna yang lebih tua.

Bagian terpenting dalam Proses Pewarnaan Alami ini disebut "Mordanting". Bisa dikatakan, berhasil atau tidaknya suatu proses pewarnaan tergantung dari proses mordanting.  sebab mordanting harus dilakukan secara hati-hati, akurat, dan tidak terlalu cepat yang membutuhkan ketelatenan, agar menghasilkan warna yang stabil. Tujuannya untuk membuka pori-pori (serat kain) agar memudahkan penyerapan warna. Bahannya air dan tawas.Pada dasarnya mordanting dilakukan untuk menghasilkan warna-warna permanen. Secara umum warna-warna yang sering dipakai dalam pewarnaan batik salami sebagai berikut:
1. Warna hitam
2. warna biru tua
3. warna soga/ coklat
4. warna merah tua
5. warna hijau
6. warna kekuningan
7. warna violet

Banyak jenis tumbuhan yang sering digunakan sebagai bahan pewarna alami, diantaranya:

-          kulit pohon tarum indigo menghasilkan warna biru,
-          pohon jati warna coklat,
-           pohon jelawi menghasilkan warna kuning,
-          untuk pohon seceng, mahoni, dan jambal menghasilkan warna merah.
-          Pohon soga, dari kulitnya menghasilkan warna coklat kekuning-kuningan hingga coklat kemerah-merahan.
-          Tanaman tenggeran, dari kayunya menghasilkan warna kuningan
-          Tanaman jambal, dari kulit pohonnya menghasilkan warna merah.
-          Tanaman secang, dari kulit pohonnya menghasilkan warna merah.

Warna-warna tersebut umumnya dibuat dari bahan alami, yang sumbernya dengan mudah di dapat di sekitar tempat tinggal para perajin batik. Umumnya berasal dari tumbuhan, dan yang sangat popular adalah:
• Indigo, tanaman perdu yang menghasilkan warna biru. Bagian tanaman yang diambil adalah daun/ranting.
• Secang, jenis tanaman keras yang diambil bagian kayu, untuk menghasilkan warna merah. Warna merah adalah hasil oksidasi, setelah sebelumnya dalam pencelupan berwarna kuning.



Mordanting adalah Proses perebusan kain dengan garam logam seperti tawas
Resep Mordan untuk 500 gram kain katun :

1.Kain direndam dalam larutan 2 gram/ liter deterjen selama semalam
2.Kain dicuci bersih dan diperas
3.Rebus( Mendidih) dalam 17 liter air yang mengandung 100 gram tawas dan 30 gram selama 1 jam, sambil dibolak-balik kainnya.
4.Setelah itu, matikan api biarkan kain tetap dalam larutan tersebut selama semalam
5.Pagi harinya kain dicuci bersih dan diangin – anginkan.

Pembuatan/ ekstraksi warna alam
Pada dasarnya semua jenis bahan warna alam untuk mendapatkan warnanya dengan cara direbus. Kecuali pewarnaan dengan tumbuhan Indigovera.

Cara Membuat Warna alam.
1)Timbang Bahan warna alam yang dikehendaki, misal ; Kayu Mahoni
2)Tiap 1 kg bahan warna alam direbus dengan 10 Liter air.
3)Rebus dengan api panas hingga Rebusan tadi menjadi ½ nya
4)Setelah rebusan menjadi ½ .
5)Biarkan larutan warna menjadi dingin, setelah larutan benar – benar dingin baru dapat digunakan untuk mewarna kain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar